Categories
Informasi

Netflix Berlakukan Harga Baru Untuk Pengguna Indonesia Per 1 Agustus 2020

Mulai 1 Agustus 2020, layanan streaming video on-demand Netflix resmi menetapkan harga baru untuk pengguna Indonesia. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang tertuang pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 48/PMK.03/2020 yang telah ditetapkan pada Juli lalu.

Didalam PMK ini, diatur bahwa produk digital impor dalam bentuk barang yang tidak berwujud atau jasa yang artinya termasuk layanan streaming online dikenakan PPN sebesar 10 persen.

“Seperti yang diinformasikan di media, Pemerintah Indonesia akan menggunakan PPN pada layanan digital termasuk didalamnya Netflix per 1 Agustus 2020,” kata juru bicara Netflix.

Netflix Berlakukan Harga Baru Untuk Pengguna Indonesia Per 1 Agustus 2020

Netflix mengatakan bahwa daftar perubahan harga ini juga telah diinformaiskan kepada semua pelanggang Netflix yang baru maupun lama.

“Untuk anggota baru Netflix, mereka telah dapat melihat harga berlangganan yang baru mulai hari ini. Informasi terkait dengan perubahan biaya ini juga telah mulai kami sampaikan ke anggota lama kami,” lanjutnya.

Harga paket berlangganan Netflix yang baru di Indonesia mengalami kenaikan variatif mulai dari Rp 5 ribu hingga Rp 17 ribu setelah dikenakan PPN 10 persen. Adapun harga langgang baru Netflix per 1 Agustus 2020 adalah:

  • Paket Mobile dari Rp 49 ribu menjadi Rp 54 ribu
  • Paket Basic dari Rp 109 ribu menjadi Rp 120 ribu
  • Paket Standard (HD) dari Rp 139 ribu menjadi Rp 153 ribu
  • Paket Premium (Utra HD/HD) dari Rp 169 ribu menjadi Rp 186 ribu

Pada pagi hari tanggal 1 Agustus 2020, situs Netflix Indonesia masih menampilkan daftar harga langganan lama yang masih belum diperbarui.

Tidak hanya Netflix, pajak ini juga berlaku untuk produk digital lainnya seperti langganan streaming musik, film, aplikasi game digital hingga jasa online yang berasal dari luar negeri.

Dengan begitu, melalui penunjukkan Kementerian Keuangan melalui Dirjen Pajak maka para penyedia jasa luar negeri, penyelenggara PMSE (Perdagangan Melalui Sistem Elektronik) luar negeri ataupun dalam negeri dapat mulai memungut PPN sesuai dengan peraturan lengkap mengenai tata cara pemungutan, penyetoran dan pelaporan PPN yang dapat dilihat langsund di PMK No.48/PMK.03/2020 di situs pajak.go.id.

Categories
Informasi

Ini Tanggapan Pakar Keamanan Siber Terkait Banyaknya Akun Ilegal Layanan Streaming Online Seperti Netflix

Ditengah kepopuleran layanan streaming online seperti Netflix, YouTube dan Spotify, jumlah penjualan akun ilegal masih cukup tinggi dan sering ditemui di platform media sosial hingga situs e-commerce Indonesia.

Akun-akun ilegal ini dijual dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan harga berlangganan resmi. Pihak penjual akun pun menawarkan berbagai paket mulai dari bulanan hingga satu tahun.

Melihat fenomena ini, praktisi keamanan siber, Alfons Tanujaya menjelaskan bahwa metode penjualan akun ini tidak hanya merugikan perusahaan streaming akan tetapi juga pengguna.

“Penjual yang menjual akun dengan harga lebih murah ini memiliki resiko akun akan di suspend oleh pihak penyedia layanan. Biasanya karena akun ini dibagikan lagi atau terdapat kondisi tertentu yang tidak boleh dilanggar oleh pemakai dari akun ilegal ini,” kata Alfons.

Ini Tanggapan Pakar Keamanan Siber Terkait Banyaknya Akun Ilegal Layanan Streaming Online Seperti Netflix

Menurut Alfons, para pengguna sebaiknya tidak memasang aplikasi yang diluar toko aplikasi resmi seperti App Store ataupun Google Play Store karena dapat saja telah disiapkan celah keamanan pada aplikasi yang akan dipasang sehingga menyebabkan kerugian yang lebih besar.

“Resikonya dapat saja kebocoran kredensial dari pengguna hingga menyebabkan kerugian yang tidak sedikit terutama pada segi finansial,” lanjut Alfons.

Kredensial pembeli adalah metode ketika pengguna melakukan input username dan password ketika akan Log In dengan akun yang dibeli secara ilegal tersebut.

Apalagi mengingat pihak penjual juga meminta akun GMail pembeli sebelum dapat melakukan proses Log In pada aplikasi streaming.

“Waspada terhadap semua jenis tipu daya aktivasi yang meminta kredensial dari pembeli. Misalnya adalah memasukkan username dan password karena ini sangat berpotensi menyebabkan pencurian kredensial melalui metode phising,” tegasnya.

Alfons pun membagikan cara alternatif untuk pengguna yang ingin berlangganan layanan streaming dengan harga yang lebih terjangkau namun aman.

“Jikan ingin mencari alternatif yang lebih murah itu dapat saja beberapa orang berlangganan paket keluarga setelah itu dibagi secara merata dengan jumlah orang. Nantinya harga perorang akan lebih terjangkau,” jelas Alfons.