Categories
Informasi

Menteri Agama Luncurkan Situs Pengecekan Buku Agama

Menteri Agama Fachrul Razi merilis situs penilaian buku. Dia mengatakan bahwa hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mencegah penyebaran dari radikalisme hingga pornografi.

“Penilaian ini untuk memastikan bahwa buku yang beredar di Indonesia ini adalah buku yang sejalan dengan kepentingan nasional, negara dan bangsa yaitu terbebas dari radikalisme, pornografi dan intoleransi sehingga mendukung program moderasi beragama dan tegak kokohnya NKRI,” kata Menteri Agama Fachrul Razi.

Situs penilaian buku yang diluncurkan Kementerian Agama ini adalah lektur.kemenag.go.id/lpbpa. Menurutnya, Kementerian Agama melalui Badan Litbang dan Diklat memang memperoleh amanah dari negara untuk menilai buku agama dengan berdasarkan pada Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2017 mengenai Perbukuan Nasional. Fachrul lalu bercerita mengenai materi khilafah pada buku yang beredar.

Ia menjelaskan bahwa harus ada kehati-hatian dalam membahas isu khilafah. Salah satunya adalah pembahasan yang tidak boleh berlebihan.

Menteri Agama Luncurkan Situs Pengecekan Buku Agama

“Misalnya hati-hati ketika mengangkat mengenai khilafah dalam sejarah Islam. Saya berulang kali memberikan pesan mengangkat khilafah dalam sejarah Islam hati-hati. Salah satunya jangan sampai menjadi sebuah pembelajaran fikih yang berlebihan,” katanya

Ia juga berbicara mengenai riwayat dari khilafah. Menurutnya, ada sejarah positif dan negatif dalam sejarah kekhalifahan.

“Khilafah itu masing-masing memiliki banyak riwayat positif yang dicapai,” ucapnya.

“Tapi banyak juga hal yang tidak baik untuk diangkat. Saya tidak perlu menjelaskan banyaknya. Misalnya pembunuhan ribuan orang yang terjadi pada masa khilafah,” sambung Fachrul.

Ia mengatakan bahwa penggunaan sistem khilafah tidak lagi relevan pada era saat ini. Fachrul menekankan bahwa jangan sampai pembahasan ini justru membangun kebencian di antara masyarakat.

“Tolong ditata secara baiklah. Jangan sampai membuat orang lain menjadi benci dan antipati. Jangan juga terlalu berlebihan menilai sistem ini sistem yang paling baik untuk diterapkan pada era saat ini,” kata mantan Ketua relawan Jokowi pada Pilpres, Bravo 5.

Fachrul menceritakan bahwa dirinya ketika berada di Arab Saudi. Ia juga menyinggung mengenai penerapan anggapan bid’ah yang sempat terjadi di Arab Saudi. Hal ini disinggung setelah membahas peluncuran karya dari para ulama yang menurutnya menjadi sumber referensi nasional dan dunia.

“Kesinambungan dari perabadan ini sangatlah penting. Seminggu yang lalu saya ada di Saudi dan mendengarkan visi dari Saudi 2030. Pada visi tersebut, pemerintah Saudi membahas mengenai artefak dan peninggalan sebelum masa mereka yang di hancurkan karena dianggap bid’ah atau sesat yang pada akhirnya mereka cukup sesalkan. Sekarang mereka sedang membangun kembali untuk menyerupai yang dulu walaupun nilainya sudah tidak seperti yang aslinya,” kata Fachrul.