Categories
Informasi

Facebook Hadirkan Fitur Untuk Mematikan Iklan Politik

Tidak bisa dibantah bahwa Facebook menjadi salah satu tempat untuk para politisi dalam membangun citra yang mereka miliki. Tidak sedikti dari mereka yang rela membayar untuk memasang iklan politik di platform tersebut.

Iklan ini pun tidka jarang membuat para pengguna merasa tidak nyaman. Oleh karena itu, Facebook menghadirkan sebuah tool atau alat uintuk mematikan iklan berbau politik sesuai dengan keinginan dari pengguna.

Semua iklan yang berbau politik, sosial dan isu pemilu terkait kandidat politik ataupun organisasi politik yang diduga membayar iklan di Facebook dapat dinon-aktifkan.

Walaupun begitu, menurut CEO Facebook Mark Zuckerberg hadirnya fitur ini bukan untuk mengajak pengguna menjadi golput atau tidak menentukan pilihan politik mereka.

Facebook Hadirkan Fitur Untuk Mematikan Iklan Politik

“Kami tetap akan mendorong orang untuk memilih dan menyalurkan pilihan politik mereka,” kata Zuckerberg.

Zuckerberg menambahkan terkait unggahan Presiden Trump yang dimana dirinya mengungkapkan bahwa akuntabilitas dari seorang kandidat baru akan terlihat melalui pemilu.

“Itu sebabnya, saya pikir kami harus menjaga keterbukaan mungkin dari platform ini seiring dengan usaha dalam meningkatkan partisipas pemilih,” kata Zuckerberg.

Fitur ini mulai tersedia pada semua pengguna didalam beberapa minggu kedepan.

Pengumuman fitur ini muncul setelah Facebook banyak dikritik beberapa pihak karena mengizinkan penayangan iklan politik dan terkadang mempublikasikan informasi yang keliru.

Terutama, baru-baru ini Facebook juga diprotes pihak luar dan internalnya sendiri karena tidak menghapus unggahan dari Presiden Trump yang mereka nilai mengglorifikasikan kekerasan.

Sikan Facebook ini sangat berbeda dengan Twitter didalam menyikapi konten yang diunggah oleh Trump.

Twitter memilih untuk menyembunyikan kicauan Trump yang diunggah pada platformnya. Twitter juga telah menolak iklan politik pada platformnya sejak tahun lalu yang dimana tidak hanya berlaku di Amerika Serikat akan tetapi seluruh dunia.

CEO Twitter, Jack Dorsey mengatakan bahwa salah satu alasannya adalah untuk mencegah peredaran informasi palsu atau hoax yang dianggap sering di temui pada iklan politik. Akan tetapi, Zuckerberg memiliki alasan tersendiri terkait informasi politik di Facebook.

“Kami memiliki aturan untuk melawan ujaran yang akan melukai fisik atau menekan pemilihan suara dan tidak ada pengecualian dari hal tersebut,” kata Zuckerberg.