Categories
Program

HiPajak Hadir Untuk Mempermudah Para Wajib Pajak Dalam Mengurus Pajak

Perkembangan teknologi dan dunia digital telah membuka kesempatan untuk melahirkan profesi baru dalam beberapa tahun terakhir. Banyaknya jenis profesi baru ini dilihat dari peningkatan jumlah Wajib Pajak nonkaryawan.

Melihat kondisi ini, aplikasi atau program yang bernama HiPajak dihadirkan sebagai cara untuk memfasilitasi berbagai kebutuhan terkait dengan pajak penghasilan. HiPajak mengatakan bahwa layanannya turut mendukung ekonomi digital sebab membantu para Wajib Pajak Orang Pribadi nonkaryawan, usaha mikro dan UMKM.

Nantinya, HiPajak dapat mengatasi kendala yang terjadi terkait masalah perpajakan, mulai dari istila pajak, rumitnya isi formulir dan penghitungan pajak. Terlebih, profesi nonkonvesional dapat mengurus pajak penghasilannya secara mandiri.

HiPajak Hadir Untuk Mempermudah Para Wajib Pajak Dalam Mengurus Pajak

“HiPajak memberikan solusi yang tepat terutama untuk kaum milenial yang antusias dengan berkarya di sektor digital dan sangat mengutamakan kepraktisan. Semua masalah terkait pajak penghasilan dapat diatas dengan satu aplikasi,” kata CEO HiPajak, Tracy Tardia.

Ada lima fitur utama yang disediakan pada aplikasi ini yaitu Rekomendasi Pajak, Catat dan Kalkulasi Pajak. Sementara itu fitur Bayar Pajak dan Lapor Pajak sedang dalam pengembangan.

HiPajak menghadirkan dua paket yang ditawarkan yaitu gratis dan premium. Sesuai dengan istilahnya yang bernama premium maka paket premium ini menawarkan layanan berbayar yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan sangat terjangkau.

Untuk diketahui, HiPajak adalah digital platform yang menggabungkan jasa keuangan dengan teknologi. Aplikasi ini dibekali dengan teknologi kecerdasan buatan dan beberapa fitur yang saling terintegrasi.

Berdasarkan olah data dari laporan kinerja Dirjen Pajak, Wajib Pajak Orang Pribadi nonkaryawan menjadi satu-satunya kelompok WP yang menunjukan pertumbuhan yang drastis.

Dari laporan itu diketahui, pertumbuhan golongan WP tersebut mencapai 43,83 persen pada 2016. Sementara pada 2017 mencapai 61,53 persen sedangkan pada tahun 2018 mencapai 74,28 persen.

Supaya aplikasi ini dapat dijalankan lebih mudah, semua fitur di dalamnya dapat digunakan lewat chatting. Hal ini sangat membantu orang yang masih awam terkait pajak dapat memanfaatkan aplikasi ini tanpa proses yang rumit.