Categories
Program

Kemkominfo Blokir 4.020 Situs Dan Aplikasi Fintech Ilegal Sepanjang 2018-2019

Kementerian Komunikasi dan Informatika mengumumkan telah melakukan pemblokiran terhadap aplikasi financial technology atau fintech ilegal di Indonesia dalam kurun waktu 2018-2019.

Pemblokiran ini dilakukan tidak hanya berasal dari aduan akan tetapi juga pemantauan dari mesin AIS. Pemblokiran ini dilakukan sebagai sebuah komitmen dari Kemkominfo untuk melindungi masyarakat dari fintech ilegal ataupun yang belum terdaftar di OJK.

Dari data Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika, ada 4.020 situs dan aplikasi fintech yang ditangani termasuk diblokir Kemkominfo dari Agustus 2018 hingga Desember 2019.

Pada 2018, Kemkominfo menangai dan memblokir 211 situs dan 527 aplikasi fintech yang ada di PlayStore. Sementara itu pada 2019, jumlah tersebut naik menjadi 3282.

Rincian untuk situs maupun aplikasi yang diblokir adalah 841 untuk situs, 1.085 aplikasi di PlayStore dan 1.356 untuk aplikasi yang diluar PlayStore.

Kemkominfo Blokir 4.020 Situs Dan Aplikasi Fintech Ilegal Sepanjang 2018-2019

“Kemkominfo sejak 2016 telah menjadi anggota dari Satgas Waspada Investasi yang digagas oleh OJK. Hadirnya satgas ini bertujuan unutk melindungi konsumen dan masyarakat dari banyaknya fintech ilegal,” kata Plt Kepala Biro Humas Kemkominfo, Ferdinandus Setu.

Tidak hanya itu, Kemkominfo juga meluncurkan situs cekrekening.id pada tahun 2017 untuk membantuk masyarakat memperoleh informasi rekening yang diduga terkait dengan tindak pidana termasuk melaporkan rekening-rekening tersebut.

“Kemkominfor terus mengimbau masyarakat untuk menggunakan layanan yang telah terdaftar di OJK dan tetap waspada untuk menggunakan layanan dari situs atau aplikasi manapun,” jelas Ferdinandus.

Sebelumnya, sepanjang 2018, Kemkominfo melaporkan telah melakukan pemblokiran 738 fintech ilegal.

Dari total 738 tersebut terdapat 211 fintech ilegal yang berbasis sistus web dan 527 yang merupakan aplikasi ilegal yang ditemukan di PlayStore.

Aksi pemblokiran situs web paling banyak dilakukan pada Desember 2018 yang dimana mencapai 134 situs. Pada Desember 2018, aksi pemblokiran untuk aplikasi PlayStore juga masuk paling banyak yaitu 216 aplikasi.

Untuk diketahui, pemblokiran ini dilakukan berdasarkan pada permintaan OJK sebagai lembaga yang bertugas sebagai pengawas dan regulator sektor jasa keuangan.

Selain dari permintaan OJK, pemblokiran ini juga dilakukan setelah mempertimbangkan aduan dari masyarakat melalui sistem aduan konten termasuk penelusuran dari mesin AIS yang dimiliki oleh Kemkominfo.

Bagi masyarakat yang ingin melaporkan situs ataupun aplikasi yang terindikasi sebagai fintech ilegal maka dapat mengirim laporan ke aduankonten.id ataupun akun Twitter @aduankonten.

Nantinya, laporan tersebut akan ditindaklanjuti oleh Satgas Waspada Investasi Ilegal yang terdiri dari 13 Kementerian dan Lembaga.