Categories
Program

Hacker Jual 500 Ribu Akun Zoom Ditengah Peningkatan Pengguna Aplikasi Video Conference Tersebut

Sejalan dengan diberlakukannya lockdown di banyak negara untuk memutus rantai penyebaran virus corona, berbagai sekolah dan perkantoran pun membatasi aktivitasnya.

Sebagai akibatnya, baik pelajar dan pekerja kantoran pun harus mengandalkan plaform teknologi seperti video conference untuk melakukan aktivitas mereka seperti belajar ataupun bekerja.

Dengan semakin tinggi jumlah negara yang melakukan lockdown maka pengguna dari salah satu aplikasi video conference yaitu Zoom juga naik. Melihat tingginya jumlah pengguna dari Zoom, layanan ini pun menjadi target dari penjahat siber.

Hacker Jual 500 Ribu Akun Zoom Ditengah Peningkatan Pengguna Aplikasi Video Conference Tersebut

Dari laporan perusahaan keamanan siber Cyble, terdapat lebih dari 500 ribu akun Zoom yang diperjualbelikan di dark web.

Tim di Cyble menemukan terdapat peningkatan jumlah akun Zoom per 1 April 2020 yang dijual dengan mencapai 530 ribu akun dengna harga per akunnya adalah 0,0020 dollar AS dengan total senilai Rp 16 jutaan.

Adapun data yang dijual terdiri dari alamat e-mail pengguna Zoom, password, URL meeting pribadi dan kunci host yang dimiliki akun tersebut yang berupa pin 6 digit.

Beberapa detail akun Zoom perusahaan terkenal yaitu Chase dan Citybank juga disebutkan dijual di dark web.

Walaupun Zoom memiliki banyak celah keamanan dan privasi akan tetapi melihat peningkatan jumlah pengguna, Zoom telah langsung melakukan perbaikan untuk menambal celah keamanan tersebut.

Cyble sendiri mengungkapkan bahwa tidak tertutup kemungkinan bahwa yang dijual di dark web adalah data lama yang dikumpulkan selama beberapa tahun terakhir ini.